Hari Besar Nasional Indonesia

Hari besar nasional Indonesia dari bulan Januari hingga Desember

Hari Pendidikan Nasional

Pada tanggal 2 Mei yang merupakan peringatan hari pendidikan Nasional (Hardiknas).Ki Hajar Dewantara merupakan orang yang sangat berjasa dalam dunia pendidikan Indonesia.

SUMPAH PEMUDA

Makna Sumpah Pemuda bagi Bangsa Indonesia

Candi Abang

Situs purbakala yang merupakan peninggalan sejarah bernilai historis, seni dan budaya adalah sumber daya dan modal pembangunan kepariwisataan untuk peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat

Museum Sandi Yogyakarta

Pendirian Museum Prakarsa pembangunan Museum Sandi berawal dari gagasan Bapak Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berkeinginan untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta

Tampilkan postingan dengan label Gagal Masuk Koran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gagal Masuk Koran. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2016

Menyampaikan Pesan lewat Fragmen

Gereja Marganingsih Kalasan
        Sabtu lalu saya mengikuti kegiatan Ekaristi Kaum Muda (EKM) yang di adakan oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma.  Kegiatan kaum muda yang dilaksanakan di Gereja Marganingsih Kalasan tersebut mengangkat tema  “Healing A Broken World” atau memulihkan dunia yang sakit. Tentu muncul pertanyaan dalam benak kita ketika mendengar tema tersebut. Apakah mungkin dunia yang luas ini dapat dipulihkan? Bagaimana mengambarkan dunia yang sedang sakit?  Apa faktor yang menyebabkan dunia ini sakit? Dunia yang sedang sakit di sini maksudnya keaadaan alam  semesta yang mengalami banyak kerusakan akibat ulah manusia, misalnya kebakaran hutan, banjir, tumpukan sampah di mana-mana, penebangan hutan dan peristiwa lainnya yang menyebabkan alam ini menjadi rusak.Sebagai makhlup yang tinggal di bumi kita seharusnya menjaga dan melestarikan alam buka malah merusaknya.
Untuk menyampaikan maksud dari tema tersebut,  Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah mencoba mengambarkan keadaan dunia yang sedang sakit akibat ulah manusia dalam bentuk fragmen agar masyarakat yang hadir khususnya para kaum muda dapat menemukan pesan yang ingin disampaikan dari tema yang diangkat. Fragmen pertama di perankan oleh tiga orang mahasiswa. Dalam fragmen pertama ini mereka memerankan karakter manusia yang hidup dalam kesombongan, keserakahan dan tidak memiliki kepedulian terhadap alam yang telah memberikan segala isinya untuk keperluan manusia agar  dapat bertahan hidup.sikap sombong yang ada dalam diri manusia digambarkan dengan pakaian mahal yang mereka kenakan, berjalan dengan tatapan sinis sambil membusungkan dada,cuek dengan lingkungan sekitar, dan tidak ingin berinteraksi dengan orang lain karena mereka merasa memiliki segalanya.  
Sikap sombong dan serakah yang dimiliki manusia dapat membuat alam semesta menjadi hancur. Alam yang tadinya hijau, sejuk, nyaman, indah, untuk dihuni oleh manusia dan makhluk ciptaan lainnya, kini hanya menyisakan kenangan semata karena alam yang tadinya hijau, hutan yang tadinya lebat, banyak perpohonan kini sudah sudah hangus terbakar akibat ulah manusia yang tidak pernah puas. Kesombongan dan keserakahan manusia menjadi penyebab rusaknya alam semesta yang indah ini.
            Fragmen kedua  mengambarkan keadaan alam yang seolah-olah marah, sakit hati , tidak terima dan ingin membalas semua perbuatan manusia yang telah merusak alam semesta. Dalam fragmen kedua ini mengambarkan  kehidupan manusia yang  sedang sengsara, menderita, kelaparan, dan kesakitan, akibat ulahnya sendiri yang telah merusak alam. Keadaan manusia yang sedang sengsara tergamabar jelas dari  pakaiyannya yang kumal, terkoyak-koyak,tatapan yang kosong, jerit kesakitan, air mata yang terus mengalir, ratapan kesengsaraan dan menderita kelaparan. Alam yang tadinya memberikan semua yang diperlukan manusia kini seakan-akan tidak lagi menjadi sahabat manusia. Manusia menerima balasan atas perbuatannya sendiri karena sikap serakah yang menyebabkan alam semesta menjadi rusak.Meskipun demikian manusia tetap masih mempunyai harapan agar alam yang tadinya rusak dapat dipulihkan kembali.
              Dari fragmen ini, mengajak kita untuk menghargai, mencintai, mensyukuri, dan memelihara alam semesta yang telah diciptakan untuk kita umat manusia agar dapat bertahan hidup.  Alam yang  sejuk, nyaman, hijau dengan segala isinya  harus terus kita jaga dan pelihara dengan baik jangan sampai kesombongan dan keserakahan kita merusak alam semesta. Bila sebagian alam telah rusak kita mempunyai tanggungjawab bersama untuk memulihkan misalnya melakukan aksi penanaman pohon untuk menghijaukan kembali alam ini. Mungkin bukan kita yang menikmati dari apa yang dilakukan sekarang tetapi kalau tidak pernah memulai alam yang rusak  tidak akan terpulihkan.

Oleh Fransiska Susi Susanti
Mahasiswi Pendidikan sejarah Sanata Dharma
Share:

Rabu, 20 Januari 2016

Eksplorasi Candi Kecil di Yogyakarta


            Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kaya akan situs-situs bersejarah membuat saya penasaran untuk mengunjunginya. Keadaan ini didukung, karena saat ini saya kuliah di Universitas Sanata Dharma, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Sejarah sehingga membuat saya berambisi untuk mengeksplorasi candi-candi kecil yang jarang diketahui oleh masyarakat luas dan mencoba menerapkan ilmu-ilmu yang sudah didapatkan di dalam perkuliahan.
Candi Gebang, Sleman Yogyakarta
            Seperti biasanya kebanyakan masyarakat baik dari dalam maupun luar Daerah Yogyakarta jika mengunjungi candi hanya seputar Candi Prambanan, Candi Sewu dan Candi Borobudur. Sebetulnya, di daerah ini masih banyak menyimpan situs percandian yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi seperti Candi Gebang, Candi Abang, Candi Ijo dan Candi Barong yang sudah saya kunjungi. Walaupun candi tersebut kecil, saya senang untuk mengetahui lebih banyak tentang candi itu ditambah biaya retribusi atau tiket masuknya yang murah hanya Rp. 2000 bagi orang dewasa dan Rp. 1000 untuk anak-anak, bahkan ada beberapa situs sejarah seperti Candi Abang, Candi Ijo dan Candi Barong yang tiket masuknya gratis. Kondisi seperti ini sangat tidak memberatkan untuk pengujung yang ingin datang ke situs tersebut.
            Mungkin bagi mahasiswa seperti saya yang suka mengeksplorasi situs-situs bersejarah khususnya candi, dapat membantu saya untuk mengembangkan teori-teori yang sudah saya pelajari selama ini. Selain itu, saya juga bisa mengerti sejarah kapan berdirinya candi-candi tersebut dan siapa yang mendirikan, serta tidak hanya mengetahui candi-candi besar yang sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat luas tetapi mencoba juga mengeksplorasi candi-candi kecil yang memiliki nilai-nilai sejarah yang tinggi.
            Kesempatan seperti inilah yang saya tunggu-tunggu, karena untuk melakukan sebuah penjelajahan atau eksplorasi sebuah tempat tertentu sangatlah susah bagi mahasiswa untuk mencari waktu yang pas. Hal ini dikarenakan waktu kuliah yang sangat padat dan tidak bisa santai-santai ataupun melakukan sebuah mengeksplorasi. Saat liburan semester seperti inilah, saya sangat memanfaatkan untuk berkunjung ke situs candi-candi yang kecil di daerah domisili saya berada. Jadi, tidak hanya liburan semata, tetapi sekaligus dapat belajar secara langsung di lapangan dan tentunya dapat menambah pengalaman baru bagi saya.
            Lewat mengeksplorasi candi, kita sebagai Warga Negara Indonesia dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan menghargai kekayaan sejarah yang ada di negara kita. Selain itu, kita juga dapat mempromosikan atau mengenalkan tempat-tempat bersejarah kepada khalayak ramai agar seluruh warga Indonesia mengetahui tempat-tempat menarik yang ada disekitar mereka tanpa merogoh kocek yang dalam.

            Bagi seorang mahasiswa Pendidikan Sejarah seperti saya, dapat mengeksplorasi sebuah situs percandian yang jarang dikunjungi oleh masyarakat luas merupakan sebuah kebanggaan. Hal itu dikarenakan tidak semua orang mengetahui situs bersejarah yang pernah saya kunjungi. Untuk itu saya ingin mencoba memberitahu dan mengajak masyarakat untuk berkunjung ke situs bersejarah ini.
Share:

Pengunjung Blog